Saat ini, Bekasi sedang memiliki status "Waspada ISIS," karena semakin banyak anggota ISIS yang berkeliaran di daerah Bekasi. Kita semua sudah tahu, bahwa ISIS merupakan aliran keras yang mengatasnamakan agama Islam. Padahal, dalam agam Islam sendiri tidak dibenarkan untuk membunuh perempuan, hewan, dan binatang pada saat berperang. Hal ini justru sangat bertolak belakang dengan paham yang dimiliki oleh ISIS.
Pergerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pertama kali berada di Bekasi Selatan yang lebih tepatnya berada di Pekayon Jaya, Masjid Muhajirin. Berikut ini cerita dari Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan Kompol Susilo Edi mengenai terbentuknya ISIS pertamakali di Masjid Muhajirin.
Penggerak ISIS di Bekasi yang diduga adalah eks Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pada awalnya menjalankan berbagai macam aktifitas keagamaan di Masjid Muhammad Ramadhan. Sedangkan saat ini, Masjid Muhammad Ramadhan sudah diambil oleh Pemkot Bekasi untuk mengantisipasi pergerakan ISIS lebih jauh lagi.
Pada acara pertemuan antara DKM masjid , Kompol Susilo Edi mengatakan, "Mulai pindahnya sejak pengambil alihan masjid oleh Pemerintah Bekasi pada 20 April 2014," Jumat (8/8/2014).
Edi melanjutkan ceritanya, pada tanggal 25 April 2014 Masjid Muhammad Ramadhan menggelar shalat Jumat pertama sejak diambil alih oleh pemerintah kota Bekasi. Namun, saat ini shalat Jumat diatur oleh DKM yang baru, sehingga semua orang di dalamnya juga termasuk baru.
Setelah masjid Muhammad Ramadhan di ambil alih, Pemkot Bekasi memang mengganti semua DKM lama. Dalam shalat Jumaat tersebut ada seseorang yang bernama Syamsudin Uba yang ditunjuk sebagai bilal pada saat itu.
Pada salat Jumat tersebut, Syamsudin Uba menujuk seorang jamaah sebagai khatib yang akan berceramah dan mempersilakan untuk naik ke podium. Ternyata Jamaah yang ditunjuk oleh Syamsudin Uba adalah Bahrumsyah, pria yang diduga muncul dalam video ISIS.
Ketika Bahrumsyah beranjak untuk naik ke atas podium, pengurus DKM langsung meralat hal tersebut dengan alasan bahwa mereka sudah mempersiapkan jadwal khotib shalat Jumat yang baru dimasjid tersebut, kemudian ia pun mempersilakan Khudori untuk maju sebagai khatib yang sebenarnya. Akhirnya, Khudori pun mulai berkhotbah mengisi ceramah shalat Jumat.
Setelah Khudori berdiri diatas podium, tidak lama kemudian ada salah satu jamaah yang berdiri dan kemudian berteriak. Jemaah itu bertakbir sambil berteriak "thagut" kepada khatib. "Thagut! Thagut! Thagut!" ujar Susilo Edi sambil menirukan ucapan jamaah pada hari itu.
Kemudian, sekitar 40 jemaah keluar dari Masjid Muhammad Ramadhan. Saat itulah, mereka mulai pindah ke Masjid Muhajirin dan melanjutkan kegiatan mereka di sana.
Menurut Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah, pengambilalihan tersebut dilakukan karena dua hal. Pertama, lahan masjid menggunakan tanah fasum dan fasos milik Pemerintah Kota. Kedua, karena adanya keresahan warga akan aktivitas kajian agama yang dilakukan di masjid tersebut.
Jamaah yang pada awalnya melakukan berbagai macam aktifitas keagamaan di Masjid Muhammad Ramadhan, kini berpindah tempat ke Masjid Muhajirin. Selain itu, pada tanggal 3 Agustus 2014, seluruh jamaah yang mengikuti kajian tersebut langsung berikrar di Masjid Muhajirin bahwasannya mereka mendukung segala pergerakan dan kegiatan yang dilakukan oleh ISIS. Ikrar tersebut dilakukan oleh JAT dengan pimpinan bernama Syamsudin Uba. Saat mereka melakukan ikrar tersebut, anggota JAT juga melakukan pengibaran bendera ISIS di halaman Masjid Muhajirin.
Para jamaah yang telah melakukan ikrar tersebut mulai membentuk kelompok yang diberi nama Khilafah Ibrahim yang menyatakan bahawa mereka telah masuk kedalam organisasi ISIS dan mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh ISIS.

Posting Komentar